Sejarah Lengkap Persija Jakarta : Klub Sepakbola Tersukses Di Indonesia Dengan Gelar Juara Terbanyak

Sejarah Persija Jakarta: Klub Terbesar Di Asia , Yang Berjuluk Macan Kemayoran

Mari kita bahas tentang perjalanan klub sepakbola ibukota, Persija Jakarta, dari awal terbentuk hingga menjadi tim terbesar di Asia seperti sekarang.

Disini kita akan membahas tentang :

-Sejarah klub

-Logo dan Warna Jersey

-Stadion

-Supporter

-Prestasi

Sebagai klub ibukota Indonesia,  Persija Jakarta tentu memiliki sejarah yang panjang dan perjalanan tersebut membuat mereka kini menjelma menjadi salah satu tim ter-besar dan ter-tua di Indonesia yang bermain di kompetisi tertinggi liga indonesia.

Sejarah

Awal Didirikan

Persija merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (dahulu dikenal juga dengan nama VIJ) adalah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija Jakarta saat ini berlaga di kasta tertinggi liga indonesia (Liga 1). Persija merupakan salah satu klub sepakbola yang paling sukses dalam sejarah sepakbola Indonesia dengan torehan raihan 2 kali juara liga domestik dan 9 kali juara turnamen perserikatan hingga sejauh ini.

Persija Jakarta Didirikan pada 28 November 1928, Dan menjadi salah satu klub tertua di Indonesia dengan sejarah yang panjang dan segudang prestasi. Soeri dan Alie mendirikan klub ini pada tanggal 28 November dengan nama Voetballbond Indonesia Jacatra /disingkat (VIJ). Nama tersebut sudah jelas berasal dari Bahasa Belanda, karena pengaruh dengan zaman kolonialisme pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu, nama tersebut pun akhirnya berubah menjadi Persija Jakarta pada tahun 1950, dan menempatkan diri mereka sebagai klub yang berbasis di wilayah Jakarta Pusat. Dimana pada saat itu Jusuf Jahja dipercayakan untuk menempati posisi jabatan sebagai ketua umum Persija Jakarta . yang pada era tahun 1950-an diperkuat oleh pemain seperti Tan Liong Houw, Chris Ong,  Van der Vin dan juga Van der Berg.

Ditahun 1930, tepatnya pada tanggal 19 April, Persija Jakarta menjadi salah satu pencetus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau disingkat PSSI ,  yang merupakan induk federasi sepakbola Indonesia. Persija sudah ambil bagian dalam kompetisi dari zaman sebelum kemerdekaan dengan nama masih VIJ, dan berhasil mendapatkan empat gelar juara pada era tersebut.

Era Perserikatan

Saat memasuki era Perserikatan, Persija masih menjadi klub yang paling disegani dan mampu mengangkat lima trofi. Pada era inilah nama Persija sudah eksis dan menjadi jawara Indonesia pada tahun 1964, 1973, 1975, serta 1979. Gelar juara yang diraih pada tahun 1975 cukup unik karena pada saat itu Persija Jakarta menjadi juara bersama dengan PSMS Medan.

Partai final yang digelar di Senayan, atau yang kini dikenal sebagai Gelora Bung Karno, berlangsung dengan sangat tegang. Kedua klub tersebut merupakan rival pada saat itu dan laga final tersebut jelas menjadi momen yang tepat untuk mereka saling membuktikan siapa yang terbaik.

Adam Malik yang pada saat itu merupakan Menteri Luar Negeri hadir langsung ke Stadion untuk jadi saksi  pada laga tersebut. PSMS yang diperkuat oleh Parlin Siagian, Nobon Kayamudin hingga Mariadi mampu mempersulit permainan Persija hingga akhirnya tertinggal dengan skor 1-0.

Karena bermain di Jakarta dengan status sebagai tuan rumah, membuat Persija semakin semangat dan takkenal menyerah, hingga akhirnya kerja sama yang ciamik antara Iswadi Idris dan Sofyan Hadi akhirnya berhasil berbuah manis menjadi gol penyama kedudukan.   Baca Juga : Profil dan Biodata Ondrej Kudela : Pemain Persija Jakarta Yang Membuat Cristiano Ronaldo Ketar-Ketir 

Namun sayangnya, pertandingan tersebut malah semakin tegang dan keras hingga ada kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit untuk Iswaidi setelah melanggar Nobon Kayamudin . Pertandingan pun dirasa sudah sulit dinikmati karena kurangnya nilai sportif antar kedua tim, hingga akhirnya wasit pun dengan terpaksa menghentikan pertandingan tersebut.

PSSI harus berunding dan berkompromi untuk mengatasi situasi pada saat itu, karena dirasa tidak mungkin untuk melanjutkan pertandingan. akhirnya Bardosono, ketua umum PSSI saat itu, mengambil jalan tengah dengan mengakhiri pertandingan dan memberikan gelar juara tersebut kepada kedua klub.

Sejarah Lengkap Persija Jakarta : Klub Sepakbola Ter-sukses Di Indonesia Dengan Gelar Juara Terbanyak
PERSIJA & PSMS mendapatkan gelar Juara Bersama pada tahun 1975.

 

Era Profesional

Pada saat memasuki era profesional, Persija Jakarta mengalami masa yang cukup sulit, naik-turun karena berbagai faktor , dan faktor utamanya adalah kesulitan finansial. Masalah ekonomi itu sempat melanda Persija ketika sepakbola tidak bisa mendapat lagi suntikan dana dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah). Oleh karena itu, jika kita menengok ke masa lalu di era baru sepakbola Indonesia, Persija beberapa kali mengalami telat gajian.

Gelar Juara di kompetisi pertama yang didapatkan oleh Persija pada zaman modern adalah pada tahun 2001. Saat itu Persija Jakarta diperkuat oleh tim dengan skuad yang solid , dengan komposisi pemain yang diisi oleh Mbeng Jean sebagai penjaga gawang, di jaga dengan benteng pertahanan kokoh yang diisi oleh Joko Kuspito, Nuralim,Anang Maruf, Budiman , dan Antonio Claudio. Sofyan Hadi, yang merupakan salah satu mantan pemain legenda Persija , menjabat sebagai pelatih Persija saat itu. Mereka berhasil mencapai partai final dan akan berhadapan dengan PSM Makassar.

Luciano Leandro , Imran Nahumarury dan Agus Supriyanto menjadi trio di lini tengah. Sedangkan duet di lini depan diisi oleh Bambang Pamungkas dan Gendut Don. Widodo C Putro saat itu juga menjadi pemain andalan Persija di lini depan. Pada laga final tersebut Widodo C Putro masuk untuk menggantikan Gendut Doni. Laga tersebut diakhiri dengan kemenangan Persija Jakarta.

setelah Imran Nahumarury mencetak gol pembuka saat pertandingan baru saja berjalan tiga menit. ditambah dengan Bambang Pamungkas yang mencetak 2 gol tambahan, Keunggulan itupun hanya dapat dibalas dua gol oleh PSM dengan pencetak gol Kurniawan Dwi Yulianto serta Miro Baldo Bento. Akhir dari partai final tersebut berakhir dengan Skor 3-2 , yang membuat Persija Jakarta menjadi Juara saat itu.

Sejarah Lengkap Persija Jakarta : Klub Sepakbola Ter-sukses Di Indonesia Dengan Gelar Juara Terbanyak
Persija Jakarta sukses meraih kembali Gelar Juara di tahun 2001, pada partai final menghadapi PSM Makassar.

Gelar juara Persija Jakarta akhirnya kembali diraih pada era Liga 1 2018 edisi kedua , ketika dilatih oleh Stefano Cugurra ‘Teco’. Banyak tuduhan yang tidak terbukti pada saat musim tersebut, karena memang nyatanya Persija tampil solid di bawah asuhan Teco yang menikmati musim kedua-nya saat melatih tim asal ibu kota tersebut. Penentuan gelar juara terjadi pada laga saat menghadapi Mitra Kukar di Gelora Bung Karno. Skor berakhir 2-1, dengan hasil kemenangan tersebut memastikan Persija kembali meraih Gelar Juara, sekaligus membuat Mitra Kukar degradasi dan masuk ke kompetisi kasta kedua di liga indonesia.

Logo & Warna Jersey

Logo yang terdapat pada klub Persija tidak lain dan tidak bukan berasal dari lambang Provinsi DKI Jakarta secara garis besar, dimana pada logo tersebut terdapat gambar Monas yang menjadi simbol kebesaran dari DKI Jakarta. Sentuhan warna hijau dan kuning dimaksudkan pada beras dan kapas, yang memiliki makna kemakmuran. Tak lupa juga tulisan “Jaya Raya”, yang melambangkan kebangkitan dan kemenangan.

Warna Jersey Persija pun pernah mengalami perubahan. Lahir dan dikenal dengan warna merah, Persija sempat berubah menjadi warna oranye yang ditenggarai keputusan politis lantaran Sutiyoso yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta menyukai warna teresebut , yang juga menjadi warna kebesaran timnas Belanda dan lekat dengan sejarah Persija yang berdiri saat era kolonial Belanda. Pada tahun 2015, pengurus internal Persija Jakarta sepakat untuk kembali ke jati diri mereka, yaitu warna merah. Jargon “Back to Basic” pun sempat diusung untuk mengawali kembalinya Persija Jakarta ke warna asal mereka (Merah), yang masih dipakai hingga sekarang.

Stadion

Dimulai dari Stadion Petojo, Lebak Bulus hingga Stadion Gelora Bung Karno, pernah menjadi saksi perjuangan dan tumbuhnya tim Persija. Mereka bermulai menggunakan Stadion Petojo sebagai markas, dan bermarkas disana selama 20 tahun lebih ketika masih bernama VIJ. Persija juga pernah menggunakan IKAD, Menteng, hingga stadion Lebak Bulus. Perubahan stadion ini didorong oleh faktor perubahan tata kota yang terus berubah karena Jakarta merupakan Kota Metropolitan.

Hingga kini Persija pun akan segera memiliki Markas baru yang berlokasi di Jakarta Utara , yaitu Stadion “Jakarta International Stadium” , namun Persija Jakarta juga sering menjadi klub musafir karena berpindah-pindah tempat sebagai markas. Dari mulai Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Wibawa Mukti (Cikarang), Pakansari (Bogor) ,Manahan (Solo), hingga Sultan Agung (Bantul) pernah menjadi rumah untuk singgah bagi Macan Kemayoran.

Supporter 

Persija Jakarta tak akan berarti apa-apa tanpa adanya kehadiran Jakmania. Basis suporter terbesar dari Persija itu merupakan salah satu Supporter yang paling eksis dan besar di Indonesia, dan keberadaannya pun tersebar di berbagai pelosok penjuru Indonesia karena nama besar yang dimiliki oleh Persija itu sendiri. Jakmania identik dengan warna oranye dan merupakan gagasan dari Diza Rasyid Ali (manajer Persija pada tahun 1997).

Pada awalnya, kelompok basis suporter yang bernamakan Jakarta Mania ini hingga akhirnya menjadi Jakmania, hanyalah beranggotakan ratusan orang. Namun seiring berjalannya waktu Jakmania semakin tumbuh besar, menjadi organisasi yang solid dan terorganisir, hingga melaksanakan penggantian ketua umum secara rutin, setiap tiga tahun sekali.

Prestasi ;

Liga : 

Piala Nasional :

  • Piala Presiden Soeharto
    • Runner-Up (3): 1972, 1974, 1976
  • Piala Fatahillah
    • Juara (1): 1978
  • Bang Ali Cup
    • Juara (1): 1977
  • Piala Indonesia

Turnamen Nasional :

  • Piala Emas Bang Yos
    • Juara (1): 2003
  • Trofeo Persija
    • Juara (4): 2011, 2012, 2014 (Juara Bersama Sriwijaya FC dan Arema Cronus), 2016
  • Piala Siliwangi (Bandung)
    • Juara (2): 1976, 1978
  • Piala Jusuf (Makassar)
    • Juara (1): 1977
    • Runner-Up (3): 1976, 1978, 1980
  • Piala Surya (Surabaya)
    • Juara (1): 1977 (Juara Bersama Persebaya Surabaya)
  • Piala Marah Halim (Medan)
    • Juara (1): 1977
    • Runner-Up (1): 1973
  • Piala Gubernur Jatim
    • Runner-Up (1)2020

Internasional : 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button